Pages

Subscribe:

Jumat, 09 Maret 2012

Khutbah Jumat Tentang Kesuksesan Mendidik Anak

Oleh Ustadz : Suroso Abd. Salam. M.Pd.
(Mendidik Anak Untuk Menjawab Tantangan Zaman)

KHUTBAH PERTAMA :

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا.
مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

:أَمَّا بَعْدُ
.فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ, وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا, وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ, وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ, وَكُلُّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ


Jama'ah Jum'ah Rahimakumullah..
Salah satu ni'mat, amanah, sekaligus ujian dari Allah Azza wajal adalah hadirnya seorang anak ditengah keluarga kita. Perilaku lucu, cerdik, menggelikan, sekaligus menyenangkan, senantiasa mereka tempilkan. Hal itu membuat suasana keluarga  semakin meriah. Hadirnya momongan ditengah keluarga merupakan dambaan pasangan suami istri atau orang tua, karna itu dapat kita bayangakan , betapa sepinya keluarga , jika anak tidak ada di sisi mereka.
Selanjutnya cara orang tua menyambut , menjaga, memelihara, mengarahkan, membimbing, atau mendidik anak untuk kehidupan anak dimasa depan jangka pendek (dunia) dan jangka panjang (akhirat) akan memberikan andil besar atau bahkan menentukan bagi :
  1. Sukses tidaknya orang tua didalam bersyukur kepada Allah azza wajal atas nikmat darinya berupa anak, sehingga anak tidak di cemari fitrahnya.
  2. Suksesnya orang tua didalam menunaikan amanah Allah Ta'la berupa anak, sehingga akan tumbuh anak-anak sholeh atau sholehah.
  3. Sukses tidaknya orang tua didalam menempuh ujian dengan lahirnya anak ditengah keluarga, sehingga anak tidak menjadi penyebab orang tua meninggalkan ibadahnya kepada Allah ta'ala.
Jama'ah jum'ah rahimakumullah
Rasulullah Sholallahu 'laihi wasallam bersabda :
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
" Tidaklah anak manusia dilahirkan melainkan pasti lahir di atas fitrahnya, maka kemudian orang tua nya lah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi (HR.Bukhari dan Muslim)

Berdasarkan hadits ini kita mengetahui bahwa anak lahir dalam keadaan fitrah (bertauhid dan berpotensi baik). Jika kemudian anak menjadi menyimpang, ia menjadi yahudi/nasrani/majusi dan ahli maksiat, maka orang tua memiliki andil besar sebagai penyebabnya. Mengapa..?
Sebabnya adalah : Pertama. orang tua pihak yang sejak awal paling dekat dan berpengaruh langsung kepada anak.
Kedua, orang tua tidak memberikan perawatan dan pendidikan yang tepat sejak usia dini. Orang tua justru memberikan pendidikan yang menyimpang dari tauhid dan sunnah Rasulullah.

Jika orang tua mencari rizki (nafkah) dengan cara yang batil (Hasil menipu, mencuri, korupsi, judi, riba dan yang lainnya) maka nafkah tersebut tidak berkah (tidak mengandung kebaikan).Lanas anak dan istri , juga diri ayah tersebut tumbuh dari perawatan fisik (nafkah) yang haram. Pengaruhnya hati manusia akan menjadi keras untuk menerima kebenaran dari Allah dan Rasul nya.
Hal itu akan diperparah lagi dengan cara , harta dari hasil yang haram tersebut dibelanjakan untuk makanan, minuman, dan hal-hal yang lain yang haran(untuk merokok, berjudi, khonar, narkoba dan yang lainnya). Maka tumbuhlah jasmani yang tidak sehat, inilah bentuk perawatan yang menyimpang.

Adapun pendidikan yang menyimpang terlihat dengan jelas, manakala orang tua menyerahkan pendidikan anak mereka pada sekolah-sekolah yang tidak menghargai  pendidikan agama secara memadai. hal itu deperburuk dengan pendidikan agama yang diajarkan itu pun ada yang menyimpang dari rujukan islam (Al-qr'an dan Sunnah).

Berbarengan dengan hal itu, anak dicekoki dengan berbagai acara di TV, radio, dan sejenisnya selama berjam-jam setiap harinya. 
Demikian halnya di masyarakat marak sekali adanya acara pangung-panggung hiburan yang jauh dari tuntunan islam, dilengkapi dengan pergaulan yang dialami anak, baik di lingkungan keluarga besarnya, di masyarakat, dan diberbagai kesempatan, jauh dari akhlak islami.Disempurnakan dengan bahan bacaan (majalah. novel-novel, kaset-kaset dan yang lainnya) yang mengumbar kemaksiatan (pornograi dan sejenisnya), maka genap lengkaplah dan sempurnalah pendidikan anak yang menyimpang  menjadi menu /program/kurikulum yang mengarahkan anak menjadi Yahudi,Nasrani, atau Majusi.

Sungguh besar pengaruh orang tua terhadap anak, Pepatah mengatakan " Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya"
Rasulullah pun pernah bersabda :
"Agama seorang tergantung kepada siapa yang menjadi orang yang mencintainya. Maka coba perhatikan siapa orang yang paling dicintai oleh salah seorang dari kalia."(HR.Ahmad).

Sadar atau pun tidak , orang tua dan masyarakat yang demikian telah dengan mulus memberikan jalan kepada program-program Yahudi,Nasrani dan Majusi, yang dengan gigih menyediakan senua waktu, tenaga, dan pikiran, program hiburan serta hartanya didalam program pemurtadan umat islam dalam bentuk "tidak harus berpindah agama".
Firman Allah ta'ala :







"Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu(umat islam) sehingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah ' sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)'. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepada mu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu."(Al-Baqorah :120).

Jama'ah jumat rahimakumullah..
Inilah tantangan umat islam dari luar dirinya hingga masa kini dan mendatang, Demikian halnya kelemahan umat islam dengan benar,taklid, berlebih-lebihan didalam mencintai ora-orang sholeh, maupun meremehkan agama, tidak istiqomah, dan sejenisnya, lemah iptek, tek profesional didalam beramal, dan lain-lain ) merupakan tantangan dari dalam tubuh umat islam yang harus dijawab uma islam sendiri

Orang tua khususnya ayah, adalah pihak yang paling bertanggung jawab untuk menyelesaikan agenda besar ini dalam lingkungan keluarga yakni pendidikan yang sejalan dengan fitrah anak. Pedidikan yang demikian dapat menghadapi tantangan masa kini dan masa depan yang bersifat materialistis, liberlistis dan anti agama, dan pengumbar nafsu yang diciptakan oleh Yahudi, Nasrani. dan Majusi.
Allah berfirman :








Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(At-tahrim : 6).


Jama'ah jum'ah Rahimakumullah
Sekiranya orang tua sanggup mengatasi tantangan dari dalam dan luar tersebut, dengan cara memberikan perawatan yang baik dan halal, serta pendidikan yang berbasiskan islam yang mengembangkan fitrah anak, maka akan lahir anak-anak yang bertauhid, berbuat baik, menguasai bidang keahliannya dan istiqomah diatas agama yang benar. Akhirnya kelak akan lahir anak-anak yang sanggup menghadapi tantangan materialisme, liberalisme, anti agama dan para pengumbar nafsu produk dan antek yahudi dan masrani. Insya Allah mereka akan mengungguli musuh-musuh Allah, musuh-mush Islam, dan musuh-mush kaummuslimin hari ini dan kedepannya.
Demikian halnya, anak merupakan amanah.
Orang tua yang sukses adalah mereka yang sanggup mengemban amanah. Sesungguhnya Allah telah mempercayakan makhluknya (berupa anak) untuk di rawat dan di asuh dan di didik oleh orang tua .

Orang tua yang menyadari hal ini, mereka akan memperkuat keikhlasan, kesabaran, dan kesungguhannya didalam merawat dan mendidik amanah Allah. Anak merupakan aset masa depan(dunia, jangka pendek, dan akhirat jangka panjang) , tanpa keikhlasan, kesabaran , kesungguhan yang prima, niscaya orang tua akan menghadoi kegagalan didalam menunaikan amanah.

Orang tua hendaknya mengerahkan daya dan upya nya yang merupakan karunia Allah untuk meraih keuntungan / kebaikan dunia dan akhirat bagi diri mereka dengan cara menunaikan amanah yakni merawat dan mendidik anak. Merekan akan selalu mengingat dan melaksanakan sabda Rasulullah berikut,
" Apabila anak adam meninggal dunia , maka terputus lah semua amalnya, kecuali tiga hal : sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan nya. (HR.Muslim).

Anak sholeh dan sholehah tidak akan terwujud , manakala perawatan dan pendidikan terhadapnya menyimpang. Oleh karena itu orang tuah yang menghendaki buahyang segar didunia maupun di akhirat berupa anak yang sholeh dan sholehah, maka hendaknya mereka memperdiapkannya sebaik munkin sejak dini.

Anak yang sholeh adalah anak yang berbuat baik yakni anak yang tergambar didalam firman Allah ta'ala berikut ini,









Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh294, dan teman sejawat, ibnu sabil295 dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. (Annisa' :36)
Berdasarkan ayat ini, anak / orang yang baik adalah
  1. Bertauhid dan tidak menyekutukan Allah
  2. Birrul wa lidain (berbakti kepada ibu bapak)
  3. Berbuat baik sesama manusia
  4. Tidak sombong dan banggakan diri.
Anak Sholeh seperti ini yang sanggup menghadapi  dan menjawab tantangan zaman, yang sanggup nengatur dunia ini dalam rangka taat kepada Allah ta'ala.

Upaya orang tua berikutnya dalam rangka menyiapkan anak menghadapi zamandi masanya adalah bahwa sejak awal orang tua harus menyadari bahwa anak merupakan ujian bagi diri mereka.Allah Ta'ala memberikan kerunia anak , berarti Allah juga menguji orang tua . Luluskah dalam ujan..?

Ujian yang datang dari Allah memiliki tujuan untuk mengetahui dengan sebenarnya siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang dusta, siapa yang bersungguh-sungguh dan siapa pula yang berain-main, siapa yang terbaik amalnya dan siapa pula yang merugi.

Allah ta'ala berfirman :







" Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar(Annisa' :9).

Jama'h yang berbahagia

Jika kita sebagai orang tua sanggup merawat dan mendidik anak dengan berbasiskan islam, sehingga ciri-ciri anak yang sholeh yang telah kita jelaskan tadiakan teraih, maka inilah bukti kita mengikuti dan taat kepada Allah dan Rasulnya, bukti kita bahwa kita telah bersungguh-sungguh dalam dunia pendidikan fi sabilillah.

Karena itulah , mari kita siapkan , kita rawat, dan kita didik anak-anak kita untuk menghadapi berbagai tantangan zaman apa lagi akhir zaman ini.
Marilah kita tunduk kan hati, pikiran, dan perasaan kita ke hadapan Allah Robbul 'alamin . Kita memohon kepadaNya semoga berkenan kiranya Dia menurunkan karunia , hidayah, inayah dan kekuatan kepada kita agar kita bisa mengarhkan anak-anak kita menuju anak yang sholeh atau sholehah.amin ya Robbal 'alamin..

fa'tabir ya ulil absor, la'allakum tuflihun..






0 komentar:

Poskan Komentar